THE COMMON RULE
(Aturan Umum yang Membebaskan)
(Aturan Umum yang Membebaskan)
Buku "The Common Rule: Habits of Purpose for an Age of Distraction" karya Justin Whitmel Earley menjadi sangat populer (bahkan viral di kalangan pembaca Kristen) karena menawarkan solusi praktis atas masalah modern: kelelahan digital, kecemasan, dan hilangnya fokus pada Tuhan akibat rutinitas yang kacau.
Berikut adalah kelebihan utama dari buku ini:
1. Struktur yang Sangat Praktis (Matriks 4x4)
Kelebihan terbesar buku ini adalah ia tidak hanya bicara teori tentang "spiritualitas," tetapi memberikan kerangka kerja nyata. Earley membagi kebiasaan menjadi 4 Kebiasaan Harian dan 4 Kebiasaan Mingguan.
Harian: Berdoa sambil berlutut, makan bersama, mematikan ponsel, dan membaca Alkitab sebelum melihat layar ponsel.
Mingguan: Sabat (istirahat total), puasa, percakapan mendalam dengan teman, dan membatasi konsumsi media/hiburan.
2. Memahami Bahwa "Kebiasaan Membentuk Kita"
Earley berargumen bahwa kita adalah apa yang kita lakukan secara berulang. Kelebihannya adalah ia menjelaskan secara teologis dan psikologis bahwa kebiasaan adalah "liturgi kecil" yang mengarahkan kasih sayang hati kita. Jika kebiasaan kita adalah memeriksa media sosial saat bangun tidur, maka hati kita sedang dilatih untuk cemas, bukan untuk bersyukur.
3. Solusi untuk "Digital Anxiety"
Buku ini sangat relevan untuk zaman sekarang karena secara spesifik menyerang kecanduan teknologi. Salah satu aturannya yang paling terkenal, "Scripture before Screens" (Alkitab sebelum Layar), menjadi gerakan yang menolong banyak orang untuk merebut kembali fokus pagi mereka dari gangguan dunia digital.
4. Keseimbangan Antara Kasih Karunia dan Disiplin
Meskipun buku ini berisi "aturan" (rule), Earley menekankan bahwa aturan ini bukan untuk mendapatkan keselamatan atau kasih Tuhan (legalisme), melainkan untuk menciptakan ruang bagi kasih Tuhan untuk bekerja dalam hidup kita. Ia menulis dengan jujur tentang kegagalannya sendiri, sehingga pembaca tidak merasa terbebani secara moral.
5. Fokus pada Komunitas dan Relasi
Buku ini tidak hanya tentang kesalehan pribadi. Kebiasaan seperti "makan bersama" dan "percakapan harian dengan teman" memaksa pembaca untuk keluar dari isolasi mandiri dan membangun komunitas yang sehat, sesuatu yang sering hilang di era modern yang individualistis.
6. Menekankan Pentingnya "Batasan" (Resistance)
Buku ini mengajarkan bahwa untuk mengatakan "Ya" kepada Tuhan, kita harus berani mengatakan "Tidak" kepada banyak hal lain. Ia memperkenalkan konsep bahwa kebebasan sejati ditemukan di dalam batasan-batasan yang sehat, bukan dalam kebebasan tanpa batas yang justru menjerat.