PROMO DISKON 50% RH JANUARI - JUNI 2026
Rp 105.000,00
ISBN : 978-623-6453-57-5
Penulis : Kara Martin
Ukuran : 14x21 cm
Tebal : 285 hlm
Berat : 320 gr
Kertas : HVS
Kategori : Kepemimpinan, Pekerjaan
Penerbit : Katalis
🛒 Beli Sekarang
Bagaimana iman dalam pekerjaan terlihat dalam kehidupan nyata? Dalam lanjutan buku Workship ini, Kara Martin membagikan lebih banyak hikmat praktis tentang bagaimana membuat perbedaan di tempat kerja.
Topik yang dibahas mengenai keramahtamahan dan kepemimpinan , isu-isu etika dan konflik di tempat kerja, hingga refleksi tentang pengangguran, perempuan dan pekerjaan, serta masa depan dunia kerja.
Berikut adalah tiga poin penting mengapa buku ini sangat perlu untuk dibaca:
Kara Martin mendobrak dikotomi antara hal sekuler dan sakral. Buku ini menjelaskan bahwa pekerjaan kita—apa pun profesinya—bukan sekadar sarana untuk mencari nafkah atau meraih karier, melainkan sebuah bentuk kemitraan dengan Allah untuk memelihara dan mengembangkan ciptaan-Nya. Pekerjaan di tempat kerja adalah bagian integral dari iman dan bentuk ibadah yang nyata (workship).
Buku ini menekankan bahwa tempat kerja adalah "laboratorium" terbaik untuk pertumbuhan rohani dan karakter. Tantangan, tekanan, interaksi dengan rekan kerja, hingga kegagalan di dunia kerja bukanlah hambatan, melainkan alat yang dipakai untuk membentuk integritas, kesabaran, kerendahan hati, dan buah-buah roh lainnya dalam diri kita. Kita tidak hanya menghasilkan sesuatu melalui pekerjaan, tetapi pekerjaan itu juga sedang menghasilkan sesuatu di dalam diri kita.
Kara Martin memberikan panduan praktis tentang bagaimana menjadi saksi yang efektif di tempat kerja tanpa harus bersikap "menggurui". Bertumbuh melalui bekerja berarti belajar bagaimana mempraktikkan keadilan, menunjukkan empati, memberikan kualitas kerja terbaik (ekselensi), dan menjadi agen rekonsiliasi serta pembawa damai di tengah budaya kerja yang mungkin toksik atau penuh persaingan.
Poin-poin penting yang lain dalam buku ini:
1. Meruntuhkan Tembok Pemisah Iman dan Pekerjaan
Banyak orang memisahkan antara kegiatan rohani/ibadah di hari Minggu dengan pekerjaan sekuler di hari Senin.
Padahal, setiap aspek pekerjaan yang jujur adalah bagian dari pekerjaan Allah dan wujud nyata dari penyembahan (disebut juga workship atau kerja sebagai ibadah).
2. Tempat Kerja sebagai Ladang Karakter
Melalui dinamika pekerjaan sehari-hari, kita diproses untuk memiliki karakter yang menyerupai Kristus, yang mencakup:
Mempraktikkan Keadilan: Berlaku adil kepada rekan kerja, bawahan, maupun atasan tanpa memandang bulu.
Menunjukkan Empati: Peduli terhadap pergumulan dan beban orang lain di lingkungan kerja.
Memberikan Kualitas Terbaik (Ekselensi): Mengerjakan segala sesuatu secara maksimal bukan untuk mencari pujian manusia, tetapi sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan.
3. Menjadi Agen Perubahan di Lingkungan Toksik
Budaya kerja sering kali diwarnai oleh persaingan tidak sehat, gosip, atau tekanan stres yang tinggi (toksik).
Orang yang bertumbuh melalui pekerjaannya dipanggil untuk menjadi pembawa damai, terang, dan agen pemulihan di tengah lingkungan profesional tersebut.
4. Perjalanan Batin, Bukan Sekadar Jabatan
Pertumbuhan sejati di tempat kerja diukur dari kedewasaan mental dan rohani, bukan sekadar seberapa tinggi posisi jabatan atau seberapa besar kenaikan gaji yang didapat.
Tantangan, kesusahan, dan masalah di kantor dipakai sebagai sarana pembentukan ketahanan diri (resiliensi) dan kerendahan hati.